Tampilkan postingan dengan label Khusus Pengusaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khusus Pengusaha. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 Januari 2011

Sebab anda tidak pernah jadi kaya!!Ini dia alasannya

Saatnyasantai.blogspot.com
Kebanyakan orang berasumsi mereka tidak kaya karena tidak menghasilkan uang yang cukup. Mereka berkata, jika saja saya bisa menghasilkan uang tambahan maka saya akan bisa menyimpan atau menginvestasikan uang lebih baik.
Masalahnya adalah teori di atas akan selalu berlaku walaupun Anda sudah mengalami peningkatan pendapatan. Menjadi seorang miliuner bukan masalah tentang berapa yang Anda buat, tapi lebih dari itu adalah bagaimana Anda memperlakukan uang dalam kehidupan sehari-hari Anda.
Daftar alasan mengapa Anda tidak kaya tidak hanya 10, yaitu memikirkan apa yang orang lain katakan, tidak sabar, memiliki kebiasaan buruk, tidak memiliki tujuan atau target, tidak merencanakan dengan baik, mencoba mendapatkan uang dengan cara cepat, memberikan orang lain menghandle uang Anda, invest pada sesuatu yang Anda tidak mengerti, takut akan keuangan, dan mengabaikan masalah keuangan Anda.
Berikut adalah 10 alasan lain yang mungkin menjadikan Anda tidak kaya :
1.Anda terlalu perhatian dengan penampilan mobil Anda : fungsi utama mobil adalah sebagai alat transportasi. tapi kebanyakan orang menganggap mobil sebagai gaya hidup dan mencerminkan Anda sebagai pemilik mobil. Sehingga Anda mengeluarkan banyak uang untuk membeli mobil model baru atau modifikasi.
2.Anda merasa layak untuk mendapatkannya : jika Anda meyakini bahwa Anda berhak mendapatkan gaya hidup tertentu, memiliki barang-barang tertentu, dan akhirnya Anda membelanjakan uang Anda untuk menjalani hidup seperti itu, Maka Anda akan meminjam uang. Dan akhirnya hal ini menjauhkan Anda dalam membangun kesejahteraan Anda.
3.Anda tidak bisa menggolongkan : Ada sebuah nasihat kuno yaitu jangan meletakkan seluruh telur Anda dalam sebuah keranjang. Memiliki penggolongan dalam beberapa investasi akan mempermudah Anda dalam mencapai kesejahteraan.
4.Anda sering menunda : magic dari bunga akan bekerja baik pada jangka panjang. Jika Anda selalu berkata bahwa akan ada waktu untuk menyimpan atau menginvestasikan uang Anda di beberapa tahun ke depan, maka Anda akan menemukan diri Anda tanpa dana pensiun saat usia pensiun.
5.Anda tidak melakukan yang Anda sukai : walaupun pekerjaan Anda saat ini bukanlah impian Anda, namun Anda harus tetap menikmatinya. Jika Anda melakukan pekerjaan yang tidak Anda sukai karena uang, maka Anda akan mengeluarkan uang tambahan karena Anda stres dengan pekerjaan Anda.
6.Anda tidak suka belajar : Anda mungkin berasumsi setelah tamat kuliah berarti Anda sudah tidak perlu belajar sesuatu yang baru lagi. Sikap ini mungkin cukup hingga Anda mendapatkan pekerjaan, tapi Anda tidak akan mengalami peningkatan karir dan finansial yang baik.
7.Anda membeli sesuatu yang tidak Anda butuhkan : coba lihat di rumah Anda, cari barang yang tidak Anda butuhkan tahun lalu di semua ruang rumah Anda. Jika Anda menemukannya maka Anda kehilangan kesempatan untuk menginvestasikan uang Anda lebih baik.
8.Anda tidak mengerti nilai : Anda membeli barang karena alasan lain bukan karena nilai dari barang tersebut. Contohnya membeli barang termahal, membeli barang termurah kualitas buruk. Penting bagi kita untuk mendapatkan harga terbaik untuk investasi masa depan.
9.Rumah Anda terlalu besar : Ketika Anda membeli rumah yang lebih besar dari yang Anda butuhkan atau bisa Anda beli, maka Anda akan dihadapkan pada masalah pembayaran kredit yang lama, pajak yang tinggi, biaya perawatan dan perlu barang untuk memenuhi rumah Anda. Mungkin beberapa orang berpikir dengan meningkatkan nilai dari rumah akan meningkatkan nilai investasi. Tapi kenyataannya Anda akan menurunkan standar hidup Anda ( kebanyakan orang tidak menginginkan cara ini ) dan rumah itu tidak akan menjadi aset atau uang yang likuid yang bisa Anda nikmati.
10.Anda melepaskan sebuah kesempatan berharga : Seringkali kita memiliki pikiran ketika melihat orang lain sukses memanfaatkan sebuah peluang, “seandainya saya memiliki pemikiran yang sama saat itu”. Sebenarnya Ada banyak peluang jika Anda memiliki kemauan dan tekad yang kuat untuk membuka mata Anda.


Saatnyasantai.blogspot.com

Menjadi Miliader di usia muda!!!Inspiratif!!!

Saatnyasantai.blogspot.com Satu lagi anak muda Surabaya menorehkan prestasi besar. Dia adalah Hendy Setiono, presiden direktur Kebab Turki Baba Rafi. Prestasinya tidak hanya diakui di dalam negeri, tapi juga di mancanegara. Mengapa?


Wajah dan penampilannya masih layaknya anak muda. Siang itu, dia berkemeja batik cokelat dipadu celana hitam. Cukup sederhana. Tak tecermin tampang seorang bos dari perusahaan beromzet lebih dari Rp 1 miliar per bulan.


Itulah penampilan sehari-hari Hendy Setiono, Presdir Kebab Turki Baba Rafi Surabaya. Oleh majalah Tempo edisi akhir 2006, dia dinobatkan sebagai salah seorang di antara sepuluh tokoh pilihan yang dinilai mengubah Indonesia. Tentu, sebuah pengakuan yang membanggakan bagi Hendy. Apalagi, bisnis yang dia geluti tergolong bisnis yang tak akrab di telinga. Usianya pun masih 23 tahun! Wow, masih sangat muda untuk seorang bos yang memiliki 100 outlet di 16 kota di Indonesia.


Dengan ramah, pria kelahiran Surabaya, 30 Maret 1983, tersebut mempersilakan Jawa Pos masuk ke kantornya di Ruko Manyar Garden Regency, kawasan Nginden Semolo. “Biasanya saya masuk kantor agak siang. Tapi, karena hari ini ada janji dengan Anda, saya agak meruput datang ke kantor,” ujar Hendy mengawali perbincangan.
Ketika itu, jarum jam sudah menunjuk pukul 11.00. Bagi Hendy, pukul 11.00 masih terbilang pagi karena biasanya dirinya baru masuk kantor lebih dari pukul 12.00.
Dia lalu menceritakan awal mula bisnis kebab yang digelutinya tersebut. Kebab adalah makanan khas Timur Tengah (Timteng) yang dibuat dari daging sapi panggang, diracik dengan sayuran segar, dan dibumbui mayonaise, lalu digulung dengan tortila. Sebenarnya, kebab banyak beredar di Qatar dan negara Timteng lainnya.


Namun, kata Hendy, kebab paling enak adalah dari Istambul, Turki. Karena itu, dia menggunakan “trade mark” Turki untuk menarik calon pelanggan.
Hendy mengisahkan, pada Mei 2003, dirinya mengunjungi ayahnya yang bertugas di perusahaan minyak di Qatar. Selama di negeri yang baru sukses melaksanakan Asian Games itu, dia banyak menemui kedai kebab yang dijubeli warga setempat. Lantaran penasaran, Hendy yang mengaku hobi makan itu lantas mencoba makanan yang lezat bila dimakan dalam kondisi masih panas tersebut. “Ternyata, rasanya sangat enak. Saya tak menduga rasanya seperti itu,” ungkap sulung dua bersaudara pasangan Ir H Bambang Sudiono dan Endah Setijowati tersebut.
Tak hanya perutnya kenyang, saat itu di benak Hendy langsung terbersit pikiran untuk membuka usaha kebab di Indonesia. Alasannya, selain belum banyak usaha semacam itu, di Indonesia terdapat warga keturunan Timteng yang menyebar di berbagai kota.
“Orang Indonesia juga banyak yang naik haji atau umrah. Biasanya, mereka pernah merasakan kebab di Makkah atau Madinah. Nah, mereka bisa bernostalgia makan kebab cukup di outlet saya,” jelasnya.
“Makanya, selama di Qatar, saya juga memanfaatkan waktu untuk berburu resep kebab. Saya mencarinya di kedai kebab yang paling ramai pengunjungnya,” jelas Hendy yang beristri Nilamsari, 23, dan kini sudah dikaruniai dua anak, Rafi Darmawan, 3, dan Reva Audrey Zahifa, 2, tersebut.


Begitu tiba kembali di Surabaya, dia langsung menyusun strategi bisnis. Yang pertama dilakukan adalah mencari partner. Dia tidak ingin usahanya asal-asalan. Dia kemudian bertemu Hasan Baraja, kawan bisnisnya yang kebetulan juga senang kuliner. Awalnya, mereka sengaja melakukan trial and error untuk menjajaki peluang bisnis serta pangsa pasarnya.
“Ternyata, resep kebab dari Qatar yang rasa kapulaga dan cengkehnya cukup kuat tidak begitu disukai konsumen. Ukurannya pun terlalu besar. Makanya, kami memodifikasi rasa dan ukuran yang pas supaya lebih familier dengan orang Indonesia,” katanya.
September 2003, gerobak jualan kebab pertamanya mulai beroperasi. Tepatnya di salah satu pojok Jalan Nginden Semolo, berdekatan dengan area kampus dan tempat tinggalnya.
Mengapa gerobak? Hendy mempunyai alasan. “Membuat gerobak lebih murah daripada membuat kedai permanen. Tidak perlu banyak modal. Gerobak pun fleksibel, bisa dipindah-pindah,” ujarnya.


Soal nama kedainya Baba Rafi, dia mengaku terinspirasi nama anak pertamanya, Rafi Darmawan. “Diberi nama Kebab Pak Hendy kok tidak komersial,” katanya lalu tergelak.
Saat itulah terlintas di benaknya nama si sulung, Rafi. “Kalau dipikir-pikir, pakai nama Baba Rafi, lucu juga rasanya. Baba kan berarti bapak, jadi Baba Rafi berarti bapaknya Rafi.”
Mengawali sebuah bisnis memang tidak mudah. Apalagi untuk meraih sukses seperti sekarang. Suka duka pun dirasakan calon bapak tiga anak itu. “Misalnya, uang berjualan dibawa lari karyawan. Banyak karyawan yang keluar masuk. Baru beberapa minggu bekerja sudah minta keluar,” ungkapnya.


Bahkan, pernah suatu hari, karena tak mempunyai karyawan, Hendy dan istri berjualan. Hari itu kebetulan hujan. Tak banyak orang membeli kebab. Makanya, pemasukan pun sedikit. “Uang hasil berjualan hari itu digunakan membeli makan di warung seafood saja tak cukup. Wah, itu pengalaman pahit yang selalu kami kenang,” ujarnya.
Tak ingin setengah-setengah dalam menjalankan bisnis, lulusan SMA Negeri 5 Surabaya tersebut akhirnya memutuskan berhenti dari bangku kuliah pada tahun kedua. “Saya OD alias out duluan. Tapi, saya tidak menyesal meninggalkan bangku kuliah untuk membangun usaha,” tegas Hendy yang pernah mengenyam pendidikan di Fakultas Teknik Informatika ITS tersebut.
Keputusan dia untuk meninggalkan bangku kuliah guna menekuni bisnis kebab tersebut sempat ditentang orang tuanya. Mereka ingin Hendy menjadi orang kantoran seperti ayahnya. Karena itu, ketika dia meminta bantuan modal, orang tuanya menganggap bisnis yang akan dilakoni tersebut adalah proyek iseng. “Mereka pikir saya tidak serius pada bisnis itu. Dalam hati, saya ingin membuktikan kepada bapak dan ibu bahwa kelak saya pasti berhasil,” jelasnya.


Yang luar biasa, kesuksesan bisnis Hendy tak perlu waktu lama. Hanya dalam 3-4 tahun, dia berhasil mengembangkan sayap di mana-mana. Bahkan, hingga pengujung 2006, pengusaha muda tersebut mencatat telah memiliki 100 outlet Kebab Turki Baba Rafi yang tersebar di 16 kota di Indonesia. Tidak hanya di Jawa, tapi juga di Bali, Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan.
Ke depan, Hendy berencana mengembangkan usahanya itu ke luar negeri. Dua negara yang diincar adalah Malaysia dan Thailand. “TV BBC London dan majalah Business Week International pernah meliput usaha saya tersebut. Setelah itu, ada orang yang menawari saya membuka outlet di Trinidad & Tobago serta Kamboja,” jelasnya.


Sukses bisnis kebab waralaba Hendy itu juga menghasilkan berbagai award, baik dari dalam maupun luar negeri. Di antaranya, ISMBEA (Indonesian Small Medium Business Entrepreneur Award) 2006 yang diberikan menteri koperasi dan UKM. Hendy juga ditahbiskan sebagai ASIA’s Best Entrepreneur Under 25 oleh majalah Business Week International 2006. Untuk meraih award tersebut, dia bersaing dengan 20 kandidat pengusaha lain dari berbagai negara di Asia.
Pria kalem itu juga mendapatkan penghargaan Citra Pengusaha Berprestasi Indonesia Abad Ke-21 yang dianugerahkan Profesi Indonesia. Kemudian, penghargaan Enterprise 50 dari majalah SWA untuk 50 perusahaan yang berkembang dalam setahun terakhir. Serta, di pengujung 2006, majalah Tempo menobatkan Hendy menjadi salah seorang di antara sepuluh tokoh pilihan yang mengubah Indonesia.


Apa yang akan dilakukan Hendy selain mengembangkan usahanya ke mancanegara? Tampaknya, dia ingin seperti raja komputer, Bill Gates. “Saya belajar dari para pengusaha sukses. Salah satunya, Bill Gates. Dia bisa mendirikan kerajaan Microsoft, meski tidak tamat sekolah. Jadi, intinya, untuk menjadi orang sukses, tidak harus memiliki gelar akademis dan indeks prestasi (IP) tinggi,” tegasnya lalu tertawa.
Sumber : Jawa Pos Saatnyasantai.blogspot.com

Tri Setyo Budiman jadi Miliarder dari Bakso!!!Dahsyat!!

Saatnyasantai.blogspot.com Tidak perlu modal besar atau produk mewah untuk menjadi miliarder. Tri Setyo Budiman, alumnus Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB), berhasil memperoleh miliaran rupiah per bulan dari usaha warung bakso.

*SOSOKNYA* tinggi besar. Suaranya juga besar dan berwibawa, kontras dengan penampilannya yang sederhana. Di salah satu kedai baksonya, Tri Setyo Budiman hanya mengenakan kaus polo dan celana pendek.
Tidak disangka, pria yang menikmati masa remaja di Batu, Jawa Timur itu sukses mengeruk fulus dari bisnis yang kerap dipandang sebelah mata: warung bakso. "Bakso memang kadang dilihat sebelah mata, berbeda ketika kita bicara steak atau pizza. Mungkin karena citra warung bakso itu kumuh dan sempit," katanya.

Begitu pula keputusannya yang tidak populer 15 tahun lalu saat terjun sebagai wirausahawan. Padahal, sebagai manajer pemasaran nasional William Russel Grace Company, sebuah perusahaan kemasan makanan asal Amerika Serikat, saat itu dia menikmati gaji Rp 7,5 juta per bulan plus tunjangan rumah dan sebuah mobil dinas.

"Saya merasa potensi dan kemampuan saya tujuh. Tapi, hanya dihargai dua oleh perusahaan. Karena itu, dalam usia 32 tahun, saya ambil pensiun diri, bikin perusahaan sendiri," ujar pria kelahiran Sumenep, Madura, 24 Juli 1961 itu.

Bisnis kuliner dipilih lantaran tak pernah mati. Selama orang masih butuh makan, bisnis rumah makan tetap hidup. Bakso lantas dipilihnya karena bisa dimakan siang maupun malam, seperti juga masakan padang. Apalagi, selama ini bisnis itu menghidupi puluhan juta orang.

"Masalahnya, saya tidak bisa bikin bakso. Karena itu, saya pulang ke Batu, beli resep bakso dan kuah dari salah satu kedai bakso yang terkenal di sana," katanya.

Dengan modal dari sebagian uang pensiun, Tri membuat gerobak bakso. Nahas, karena tidak berpengalaman mengoperasikan, gerobaknya terbakar. Tungku api di bawah ketelnya terlalu dekat dengan dinding gerobak. "Begitu dinyalakan, langsung terbakar, habis," katanya terkekeh.

Tak menyerah, dia membuat satu gerobak lagi. Gerobak itu yang lantas didorong keliling kampung di sekitar rumahnya di Jalan Empang Tiga, Kalibata, Jakarta Selatan. Uniknya, Tri memilih trik promosi yang tidak biasa. Dia berkeliling kampung untuk membagikan seluruh bakso yang dimasaknya hari itu.

"Akhirnya orang sekampung tahu saya jualan bakso, dan baksonya enak. Prinsip saya, sebelum kita kuasai kampung orang, kita kuasai dulu kampung kita," terangnya.

Strategi itu efektif. Tak lama berkeliling, Tri lantas membuka kedai bakso di garasi rumah. Kedai yang diberi nama Ino (nama panggilan anaknya, Platinum) itu pun laris. Dalam waktu tak terlalu lama dia bisa membuka cabang di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta
Timur. "Begitu satu cabang bisa hidup, cash flow-nya bagus, saya langsung buka di tempat lain. Begitu terus sampai saya masuk ke rest area di jalan tol, mal, dan stand alone (kedai bakso untuk pasar premium)," katanya.

Jumlah cabang yang terus berkembang menimbulkan masalah, terutama pada keseragaman kualitas dan rasa baksonya. Pasalnya, membuat bakso dari 300 kilogram daging tidak semudah ketika hanya membuat bakso dari sekilogram daging. Bila kondisi itu dibiarkan, 200 ribu butir bakso yang dibuatnya setiap hari terancam tidak sama rasanya di tiap kedai.

"Kadang koki arogan, rasa bakso harus seperti keinginannya. Padahal, tidak bisa seperti itu, karena saya bikin bakso itu pakai penelitian. Berapa porsi dagingnya, berapa tepungnya, bagaimana masaknya, berapa lama supaya kenyal. Itu semua pakai penelitian," katanya.

Karena itu, Tri lantas membuat dapur khusus pembuatan bakso dan bumbu masak di rumahnya. Bakso dan bumbu yang sudah setengah jadi didistribusikan ke seluruh cabang, termasuk ke Mal Nagoya di Batam. "Saya buat penelitian lagi. Bumbunya saya bikin jadi pasta dan powder (bubuk). Takarannya juga diseragamkan. Jadi, koki tidak bisa lagi memelintir rasa," katanya.

Dari dapur itu Tri lantas berkreasi membuat item-item masakan lain. Mulai bakso urat, bakso daging sapi, bakso gepeng, hingga bakso campur. Belakangan, sejumlah masakan lain juga dipasarkan di kedainya, mulai gado-gado, soto betawi, sop iga, rawon, nasi goreng seafood, kwetiaw, cap cay, dan fuyunghai.

Dia juga berkreasi membuat masakan western, seperti spaghetti, bolognaise, chicken wing, dan french fries. "Total ada 40 masakan yang bumbunya dibuat secara seragam di dapur sentral. Semua kedai harus patuh hanya berjualan yang ada di menu list saya. Jangan sampai ada yang jual kupat sayur misalnya," katanya.

Perlakuan yang sama harus diberikan karena tidak semua kedai dimiliki secara penuh. Sebagian kedai didirikan dengan modal teman-temannya. Ini dilakukan karena pembuatan satu kedai tidak murah. Nilainya bervariasi, antara Rp 400 juta seperti kedai di Cijantung dan Kalibata, Rp 800 juta seperti di Rest Area Km 19 Tol Cipularang, hingga Rp 1,2 miliar seperti di kedai Tebet. "Semua bisa balik modal 2-3 tahun," katanya.

Hingga kini gerai di Rest Area Km 19 paling ramai dan memberi kontribusi terbesar bagi total omzet bakso Ino. Setiap bulan rata-rata 15 ribu pengunjung menikmati bakso di sana. Setiap pengunjung rata-rata membelanjakan Rp 25 ribu.

"Setiap gerai rata-rata mendapatkan Rp 50 juta per hari atau sekitar Rp 1,5 miliar per bulan," ungkapnya. Dengan kata lain, bila dikalikan dengan 15 kedai yang dimiliki, Tri Setyo Budiman bisa memperoleh penghasilan rata-rata Rp 22,5 miliar per bulan.

Salah satu kiat suksesnya adalah pemilihan lokasi. Tri mengaku biasa menongkrongi calon lokasi kedai berhari-hari sebelum memutuskan mendirikannya di sana. "Kalau kita pakai prinsip lima P dalam marketing, di bisnis kuliner itu tiga P, pertama place (lokasi), baru product (produk) dan price (harga)," akunya.

Bukan berarti Tri tak sempat bangkrut. Dua kedainya di Cikeas dan Bendungan Hilir bangkrut tak sampai setahun setelah didirikan. Bukan karena miss manajemen, melainkan faktor eksternal. Kenaikan harga BBM membuat kawasan industri di Cikeas bangkrut. Otomatis kedai bakso Ino terkena imbasnya.

"Ada pula kedai bakso di sebuah rumah sakit di Benhil yang tutup karena orang enggan makan di rumah sakit yang dianggap sumber penyakit. Padahal, di kedua tempat itu traffik-nya ramai," katanya.

Tri menegaskan, bila seseorang memutuskan terjun sebagai wirausaha, salah satu syarat untuk survive adalah kesabaran. "Tidak ada sukses yang instan di bisnis. Perlakukan bisnis seperti bayi setiap hari, sehingga sukses hari ini hanya journey (perjalanan) , bukan destination (tujuan)," papar alumnus SMAN 3 Malang itu.

Meski kedai baksonya maju luar biasa, Tri mengaku tak berniat mewaralabakan bisnisnya. Dia menilai waralaba akan berdampak buruk dalam jangka panjang, terutama dari segi kualitas produk. Hingga kini Tri juga mengaku kerap menahan dongkol karena satu lokasi yang sudah diincar justru diberikan kepada waralaba asing, seperti kedai kopi Starbucks atau Dunkin Donuts.

Pemilik gedung, kata dia, melihat keberadaan mereka sebagai prestise. Jadi, tanpa diminta mereka menyediakan space yang paling strategis. Kalau perlu, sewanya murah. "Kita yang mau bayar sesuai tarif justru ditolak-tolak. Jadi, kalau Starbucks ramai itu bukan hal yang aneh. Anak kecil juga bisa," kata ketua DPP Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso (Apmiso) ini geram.
sumber: http://kotakpeluang.blogspot.com
Saatnyasantai.blogspot.com

Cara Paling mudah menyakinkan Pelanggan

Saatnyasantai.blogspot.com Kejujuran adalah kebijakan customer care yang terbaik. Temukan bagaimana pelanggan bisa mempercayai Anda.

Jika Anda tidak menawarkan servis yang spesifik, apakah Anda mengatakan yang sebaliknya? Akankah Anda mengatakan Anda buka di saat-saat tertentu, padahal tidak? Atau Anda menerima pembayaran tertentu padahal tidak?

Saya pernah bekerja di perusahaan yang demikian. Setiap harinya si pemilik usaha ini tidak pernah jujur. Mengapa? Agar orang mau mampir di tempatnya.

Tapi pada intinya semua yang mereka upayakan hanyalah membuang waktu dan mengecewakan orang lain. Bos tidak pernah menghadapi pelanggan yang kesal. Karyawan dibiarkan mengatasi kekacauan yang terjadi.

Seringkali karyawan berbohong pada bos, dan mereka juga berbohong pada pelanggan. Kacau, bukan? Bukan lingkungan yang sehat. Dan ini salah satu alasan saya tidak lagi bekerja dengan mereka.

Ini juga salah satu kesalahan terbesar yang dibuat dalam bisnis. Jika pelanggan tidak mempercayai Anda, bagaimana mereka merasa nyaman dan mereferensikan Anda pada teman-temannya ? Bagaimana karyawan bisa merasa yakin untuk mempromosikan Anda?

Apa yang harus Anda lakukan?

Mengapa tidak mencoba jujur? Jika Anda jujur, Anda membangun kepecayaan. Bukan merusaknya. Meskipun dengan demikian Anda kehilangan pelanggan karena Anda tidak bisa melayani mereka dengan baik. Mereka akan menghargai Anda membantu mereka mencarikan orang yang bisa membantu mereka. Dan mereka akan mengingatnya ketika teman mereka membutuhkan bantuan Anda.

Dan dalam kondisi ekonomi saat ini, kepercayaan menjadi sangat berharga. Karena ini membuat orang merasa nyaman dengan apa yang Anda lakukan.

Apa yang terjadi jika orang merasa nyaman dengan bisnis Anda?

Tentu saja mereka akan mempromosikan Anda. Dan orang-orang ini lebih kredibel daripada apapun yang bisa Anda katakan tentang diri Anda. Inilah mengapa testimoni sangat penting di website Anda.

Testimoni memberikan kesempatan pada orang lain untuk melihat Anda bekerjasama dengan siapa saja. Klien potensial selalu mencoba menempatkan pada posisinya. Mereka bertanya pada dirinya sendiri, "Apakah orang ini seperti saya? Apakah mereka memiliki masalah yang sama seperti saya?"

Cara terbaik adalah dengan menggunakan nama lengkap, identitas dan gambar jika memungkinkan. Gambar sangat penting. Sekali lagi pelanggan potensial ingin melihat apakah mereka cocok dengan bisnis Anda.

Sekarang Anda berpikir, apakah orang benar-benar membaca tertimoni?

Jawabannya adalah "iya..." Jika mereka memiliki beberapa substansi terhadapnya. Pernahkan Anda membaca user review di Amazon? Namun, ketika semua sudah usang, orang akan mengembangkan apa yang saya sebut dengan "Kebutaan Testimoni". Seperti kebutaan iklan yang banyak kita temui saat ini.

Bagaimana menghindari "Kebutaan Testimoni?"

Satu cara adalah dengan membuat testimoni Anda mengatasi hambatan yang dimiliki pelanggan potensial. Ada beberapa jenis keraguan di bagian pelanggan Anda sebelum mereka memutuskan bekerja dengan Anda. Tanyakan apa hal tersebut.

Seperti kebanyakan orang lain akan menghadapi hambatan yang sama. Jika seorang pelanggan yang puas bisa menenangkan pikirannya, Anda telah mempermudah pelanggan potensial untuk berbisnis dengan Anda.

Tapi ingatlah, semua ini berawal dari kejujuran.

Dan tentu saja pelayanan yang sangat baik. Tapi jika pelanggan tidak mempercayai Anda, mereka tidak akan mempromosikan Anda. Maka akan lebih sulit untuk melakukan bisnis lagi. Dan menarik pelanggan lain yang Anda sukai untuk bekerja sama.

Apakah Anda memiliki testimoni di website Anda?

Mulai kumpulkan sekarang. Dan gunakan secara strategis untuk mendukung Anda. Anda juga akan belajar banyak hal tentang usaha Anda dan bagaimana pelanggan menerima Anda.

Sumber dari: suaramedia.com Saatnyasantai.blogspot.com

Minggu, 02 Januari 2011

4 Cara menangani pelanggan dengan baik

Saatnyasantai.blogspot.com
Memecahkan masalah bagi layanan pelanggan profesional didasarkan pada sikap yang Anda inginkan untuk membantu pelanggan. Tanpa sikap ini, maka tidak mungkin bisa membantu dan berakhir dengan membuat pelanggan merasa seolah  "Anda sudah membantu merk" dimana, seperti yang kita ketahui tidak semua bisa membuat pelanggan kembali dan meminta bantuan kita. Jika sikap Anda benar, lanjutkan membaca.
Mari kita lihat 4 hal yang bisa Anda lakukan yang membuat Anda memegang kendali, kepercayaan diri dan sukses dalam menanggani isu layanan pelanggan.
#1 Jangan menjadi penakut.
Memang mudah untuk melihat mengapa beberapa persone merasa mereka harus memecahkan setiap isu dengan sempurna. Tidak selamanya demikian. Kenyataannya, seringkali Anda hanya menangi isu yang paling penting atau paling menyusahkan.  Layanan pelanggan yang profesional tahu akan hal ini dan tidak mencoba untuk "memecahkan" setiap isu. Yang mereka lakukan adalah menawarkan alternatif. Ketika Anda mencoba untuk memecahkan setiap isu dan menangani apapun yang ada di hadapan Anda. Apa yang mereka lakukan, adalah menawarkan alternatif. Jika Anda mencoba memecahkan setiap isu dan menangani apapun yang ada dihadapan Anda, akan muncul kecenderungan yang membuat Anda ragu dan takut  karena Anda tidak bisa mengatasi setiap situasi. Ketika Anda kehilangan keyakinan tersebut, punahlah semuanya.
Sasarannya adalah memiliki beberapa alternatif yang bisa Anda tawarkan. Di beberapa kasus mungkin tidak bisa diterapkan di segala situasi. Apa yang dilakukan adalah, memberikan kesempatan pada pelanggan untuk membuat keputusan berdasarkan minatnya.
Misalnya, pelanggan menghubungi Anda dan mengatakan ada kesalahan pada tagihan, dan  kenyataanya mereka mengganti akun mereka bulan lalu untuk merubah fitur yang tidak lagi mereka butuhkan.  Anda menjawab telepon tersebut,  memahami kekesalan mereka, dan mengatakan hal seperti  "Tn. atau Ny. Pelanggan, Saya lihat ada perubahan pada akun Anda bulan lalu.  Saya perlu beberapa menit dan menemukan sudah lebih dari 3 tahun Anda memiliki fitur ini dan meskipun saya bisa menghilangkannya, maka saya akan salah jika tidang menginformasikan pada Anda jika dengan menghilangkan fitur ini Anda akan meningkatkan biasa dengan tidak menggunakan potongan yang diberikan fitur ini. Apakah Anda masih ingin menghilangkannya?" Keputusan ada pada pelanggan dan Anda sudah memberikan alternatif.
Lebih sederhana  mengatakannya dan pilihan ada di tangan pelanggan. Tindakan memberikan alternatif pada pelanggan memberikan servis yang diinginkan pelanggan. Dan Anda menjadi sumber yang berharga bagi mereka. Jadi, jangan takut, jadilah "Pemberi Alternatif!" dan lihatlah respon pelanggan dengan loyalitas dan pembelian berulang.
#2 Pikirkan cara di seputar masalah.
Selalu ada sesuatu yang bisa Anda lakukan. Terkadang sederhana seperti mengatakan pada pelanggan, Anda akan menindak-lanjutinya dalam 1 minggu, secara personal, dan kemudian melakukannya. Terkadang Anda harus membuat perubahan dalam status akun, memberikan diskon, mengirimkan paket hadiah, merubah status order, memberikan  tanggal pengiriman, menyuruh seseorang mengirim sesuatu, memesan item baru, memberikan layanan peminjaman, menghubungi industri dan kemudian menghubungi kembali layanan pelanggan, mempertemukan pelanggan dengan manajer senior, mengatur demo dan apapun yang Anda miliki dalam kotak alat Anda untuk membantu pelanggan Anda. Ini adalah gambaran kasarnya.
Kebanyakan dari Anda tidak demikian. Anda ingin orang lain yang membuat keputusan. Jangan menunggu. Buat keputusan dan ikuti. Ini bukan masalah reputasi Anda, tapi reputasi perusahaan!
Anda bertindak atas nama dan untuk PERUSAHAAN Anda! Mereka mengandalkan Anda untuk membantu Pelanggan mereka! Pelanggan Anda! Orang yang diharapkan bisa menyediakan barang atau jasa. Dan Anda belum mencapai kotak alat Anda dan menemukan solusi, Anda menyabot upaya tersebut! Jika Anda tidak memiliki wewenang tersebut, cari tahu caranya! Lakukan dengan menunjukkan bahwa Anda mengingnkan wewenang untuk mengatasi situasi. Kemudian gunakan alat  yang Anda miliki untuk mengatasi situasi tersebut. Jangan terperangkap dengan ketakutan membuat kesalahan. Lebih baik membuat kesalahan dalam menangani keinginan pelanggan daripada tidak melakukan apapun.
#3 Berpikir praktis.
Ini hanyalah masalah sense umum. Diri Anda! Anda harus memikirkan apa yang terbaik untuk pelanggan dan bagaimana Anda melakukannya. Saya melakukan hal ini dengan menerapkan 3 langkah proses:
  • Apakah ini memberikan solusi atau servis yang membutuhkan upaya yang sedikit dan dibuat pelanggan bingung?
  • Bisakah diselesaikan sesuai dengan kerangka waktu yang diminta pelanggan?
  • Bisakah Anda menerapkannya? Dengan cepat! (jika tidak segera)
Tujuan Anda adalah menyediakan solusi servis yang mulus. Anggap seperti memberikan hadiah pada seseorang dengan paket yang menarik untuk dilihat dan berisi sesuatu yang mereka inginkan atau butuhkan. Sekarang buatlah paket tersebut mudah dibuka dan diisi dengan barang. Terakhir, buatlah hadiah tersebut mudah digunakan. Setiap kali Anda memberikan solusi atau jasa, anggap seperti memberikan hadiah.
#4 Bersabar.
Kesabaran yang sesungguhnya berasal dari Anda yang memungkinkan pelanggan menceritakan pada Anda apa yang sedang terjadi pada waktu mereka! Seringkali kita terjebak dengan memberikan solusi atau jasa dengan waktu kita, bukan waktu pelanggan! Anda bisa memulainya dengan mempraktekkan ketrampilan mendengarkan. Ketrampilan ini mengharuskan Anda untuk diam, mematikan semua penilaian Anda, memberikan perhatian dan berhenti mendikte, mengirim e-mail dan bicara ke orang lain. Dengan mempraktekkan "momen kesabaran" sebenarnya Anda mulai mendengarkan apa yang sedang terjadi. Kemudian Anda meluangkan waktu dan berpikir "Bagaimana saya ingin mengatasi situasi ini?" dan "Bagaiamana pelanggan menginginkan penanganan situasi ini?" Fokus pertama kali pada pelanggan, baru kemudian diri Anda.
Anda juga bisa bertanya "Berapa lama saya ingin ibu saya menunggu pada situasi seperti ini?" atau "Berapa lama saya ingin kakek saya menunggu pada situasi seperti ini?" Ini adalah pertanyaan yang mudah ditanyakan dan terkadang sulit untuk dijawab.
Dengan meluangkan waktu untuk mendengarkan terlebih dahulu dan kemudian bertindak, seringkali terjadi, Anda menyelesaikan dengan baik saat itu juga dan memberikan solusi atau servis yang dibutuhkan pelanggan.
Jika Anda mengikuti langkah sederhana ini, Anda bisa mengendalikan situasi, yakin Anda bisa mengatasi apapun yang Anda hadapi dan sukses dalam menerapkan tiga langkah ini dalam layanan pelanggan.
***
Penulis: Leonard Buchholz adalah seorang Certified Trainer, Pembicara dan Penulis. Seminar yang sering diadakan seperti Layanan pelanggan, manajemen dan komunikasi.
Sumber: www.bizprotraining.com
Diterjemahkan oleh: Iin – Tim Pengusahamuslim.com
Saatnyasantai.blogspot.com